Jumat, 23 November 2018

Tips Belanja Online

Jual-beli melewati website online adalah kegiatan yang praktis – bagi penjual, tak butuh membuka toko serta menghemat biaya, sedangkan pembeli bisa window shopping gratis serta memperoleh keenjoyan berbelanja yang mudah. Terbukti online shopping is built on trust – kedua belah pihak wajib saling mempercayai, tetapi ada berbagai tips yang bisa diperbuat untuk mencegah hal-hal yang tak diharapkan.

Tips Belanja Online

1. Cek guestbook website penjual serta testimoni orang-orang yang telah sempat membeli di butik online tersebut.
Hal ini benar-benar penting untuk memeriksa kredibilitas penjual yang sebetulnya. Setidaknya berbagai komentar pembeli lain yang puas dengan servis serta produk penjual bisa memberbagi kami sedikit jaminan bahwa penjual tersebut terbukti mempunyai reputasi yang baik.

2. Cari info setidak sedikit-tidak sedikitnya tentang butik online tersebut.
Umpama, butik online yang sempat direview di website alias koran pasti lebih meyakinkan. Tidak hanya itu, butik yang memakai host sendiri juga biasanya bisa lebih dipercaya daripada toko online yang memakai jasa Multiply alias Blogger, mesikipun faktor ini tak 100% benar – tak sedikit juga toko online yang tak memakai host sendiri yang keren!

3. Berhati-hatilah dalam bertransaksi.
Sebisa mungkin jangan gunakan kartu kredit Kamu untuk belanja online yang baru Kamu temui. Info standar yang Kamu berbagi pada penjual biasanya hanya nama, alamat, nomor telepon, alias mungkin nomor rekening untuk mengembalikan uang sekiranya terjadi refund. Jangan pula langsung percaya pada janji-janji manis penjual yang belum pasti benar.

4. Beli dalam kuantitas kecil dulu.
Apabila Kamu belum yakin dengan kredibilitas penjual, cobalah membeli dalam kuantitas kecil dulu, jadi Kamu tak terlalu sedih sebab lapar mata serta nyatanya produk (umpama belanja online pakaian) yang diharapkan tak sesuai harapan.

5. Ikuti kata hati.
Tidak sedikit orang yang akhirnya terhindar dari penipuan sebab mengikuti perasaan. Apabila Kamu tak merasa sreg dengan seorang penjual, serta menonton tanda-tanda tak lebih selesai dari penjual (umpama, konfirmasi yang sangat lambat – lebih dari 24 jam, kata-kata yang ketus, argumen serta janji buta yang tak lebih masuk akal, nomor rekening yang berganti-ganti, data penjual yang tak lebih lengkap), lebih baik Kamu tak melanjutkan transaksi alias meperbuat Cash on Delivery dengan penjual tersebut.

6. Cash on Delivery.
Tentu saja, berbagai butik online tak mempunyai sistem COD. Tetapi apabila bisa, betapa lebih baik serta aman apabila Kamu bisa berjumpa langsung dengan sang penjual serta bertransaksi. Umpama dalam membeli aksesori wanita: belanja baju wanita, dsb. Kedua pihak diuntungkan. Apabila tak memungkinkan, mungkin bisa bertransaksi dengan sistem DP, yang pasti saja wajib berdasarkan persetujuan bersama.


Sedangkan sebagai penjual, yang biasanya berada dalam segi yang lebih ‘menguntungkan’ sebab biasanya pembayaran ditransfer lebih dulu oleh pembeli sebelum memperoleh barang, lebih baik penjual menyediakan lebih tak sedikit info terhadap pembeli, umpama nomor telepon yang rutin bisa dihubungi serta nama jelas. Bakal lebih baik apabila penjual jujur serta tak memakai bukti diri palsu, sebab dalam berbagai permasalahan penipuan, penjual nyatanya memakai berbagai bukti diri palsu serta kerap berganti rekening.

Jadi betapa baiknya apabila pembeli serta penjual bisa saling mempercayai serta bekerja sama. Bukankah apabila satu pihak merusak kepercayaan tentang belanja online yang telah kuat terbangun, pihak-pihak lain yang ‘tidak bersalah’ juga kena getahnya?